A group of alumni, highly established in their careers, got together to visit their old university professor. Conversation soon turned into complaints about stress in work and life.
Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and returned with a large pot of coffee and an assortment of cups - porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some expensive, some exquisite - telling them to help themselves to the coffee.
When all the students had a cup of coffee in hand, the professor said: "If you noticed, all the nice looking expensive cups have been taken up, leaving behind the plain and cheap ones. While it is normal for you to want only the best for yourselves, that is the source of your problems and stress.
Be assured that the cup itself adds no quality to the coffee. In most cases it is just more expensive and in some cases even hides what we drink. What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you consciously went for the best cups... And then you began eyeing each other's cups. ---->so berhentilah melihat kelebihan2 orang lain dan kekurangan2 kita..tukarkan ia mnjadi satu motivasi bg kita utk jd lebih berani n sentiasa mmperbaiki diri..ia dipanggil sbg reverse psycology^^.
Now consider this: Life is the coffee; the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life, and the type of cup we have does not define, nor change the quality of life we live.
Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee. Savor the coffee, not the cups! The happiest people don't have the best of everything. They just make the best of everything. Live simply. Love generously. Care deeply. Speak kindly.
kredit utk haru glory from gen8~
Friday, May 28, 2010
Wednesday, May 26, 2010
A.W>A.K>e.N
to all my dear bro and sis in Islam..
lets us take back His nur to bright our hearts..
bcoz of so many disasters from mazmumah fill up these hearts..
for a long time..
special to us:>>
We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn't stop buying
We gave charity to the poor 'cause
We couldn't stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we're just lying
Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we'd bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn't have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat
Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
My dear brother and sister
It's time to change inside
Open your eyes
Don't throw away what's right aside
Before the day comes
When there's nowhere to run and hide
Now ask yourself 'cause Allah's watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Oh..I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves ...maher zain
lets us take back His nur to bright our hearts..
bcoz of so many disasters from mazmumah fill up these hearts..
for a long time..
special to us:>>
We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn't stop buying
We gave charity to the poor 'cause
We couldn't stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we're just lying
Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we'd bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn't have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat
Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
My dear brother and sister
It's time to change inside
Open your eyes
Don't throw away what's right aside
Before the day comes
When there's nowhere to run and hide
Now ask yourself 'cause Allah's watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Oh..I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves ...maher zain
Friday, May 21, 2010
tarbiah akhirat
Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih.
Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali kerana akhirat, tidak sedih kecuali kerana akhirat. Tidak redha kecuali kerana akhirat. Tidak marah kecuali kerana akhirat. Tidak bergerak, kecuali kerana akhirat. Dan tidak berusaha kecuali kerana akhirat.
Siapa saja yang beroleh seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Iaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tidak ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik berupa berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya.
Nikmat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Seluruh urusan hidupnya lancar
Allah SWT memberinya ketenteraman dan kedamaian, mengumpulkan semua ideanya, meminimakan sifat lupanya, mengharmonikan keluarganya, menambah jalinan kasih sayang antara dirinya dan pasangannya, merukunkan anak-anaknya, mendekatkan anak-anak padanya, menyatukan kaum kerabat, menjauhkan konflik dari mereka, mengumpulkan hartanya, ia tidak bimbang memikirkan perniagaannya yg tidak begitu baik, tidak bertindak seperti orang bodoh, membuat hati manusia terarah padanya, siapapun mencintainya dan melancarkan urusan-urusan yang lain.
2. Kaya hati
Nikmat yang paling agung adalah kaya hati, sebab Rasulullah SAW bersabda dalam hadith sahih, yang ertinya;
“ Kekayaan hakiki bukan bererti harta melimpah. Tapi, kekayaan ialah kekayaan hati” (HR. Muslim)
Imam Al Manawi berkata; maksudnya, kekayaan terpuji itu bukan banyak harta dan kebendaan. Ini kerana banyak sekali manusia dijadikan kaya oleh Allah, namun kekayaannya yang banyak itu tidak bermanfaat baginya dan ia bercita-cita menambah kekayaannya, tanpa peduli dari mana sumbernya.
Ia seperti orang miskin, kerana begitu kuat keinginannya. Orang seperti itu miskin selama-lamanya. Tapi, kekayaan terpuji dan ideal menurut orang-orang sempurna adalah kekayaan hati.
Di riwayat lain disebutkan kekayaan jiwa. Maksudnya, orang yang punya kekayaan jiwa merasa tidak bimbang akan rezekinya, menerimanya dengan lapang dada, dan redha dengannya, tanpa memburu dan memintanya dengan menekan.
Barangsiapa di jaga jiwanya dari kerakusan, maka jiwanya tenteram, agung, mendapatkan kebersihan, kemuliaan, dan pujian. Itu semua jauh lebih baik dari kekayaan yang diterima orang yang miskin hatinya. Kekayaan membuat orang yang miskin hati terperosok dalam hal-hal hina dan perbuatan-perbuatan murahan, kerana kecilnya obsesi yang ia miliki. Akibatnya, ia menjadi orang kerdil di mata orang, hina di jiwa mereka, dan menjadi orang paling hina.
Jika seseorang punya harta yang berlimpah, namun ia tidak qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya, maka ia hidup terengah-engah seperti binatang buas dan menjadikan hartanya sebagai tuhan baru. Sungguh, ia orang miskin sejati, kerana orang miskin ialah orang yang selalu tidak punya harta dan senantiasa merasa tidak cukup.
Dikisahkan, seseorang berkata kepada orang zuhud, Ibrahim bin Adham, lalu berkata,
“Saya ingin anda menerima jubah ini dariku.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau Anda kaya, saya mahu menerima hadiah ini. Jika anda miskin, saya tidak mahu menerimanya.” Orang itu berkata, ”saya orang kaya.”
Ibrahim bin Adham berkata, ”Anda punya jubah berapa?” Orang itu menjawab,”Dua ribu jubah.” Ibrahim bin Adham berkata,”Apakah Anda ingin punya empat ribu jubah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau begitu anda miskin (kerana masih memerlukan jubah lebih banyak lagi). Saya tidak mahu menerima hadiah jubah ini darimu.”
3. Dunia datang kepadanya
Saat ia lari dari dunia, justru dunia mengejarnya dalam keadaan tunduk. Seperti yang dikatakan Ibnu Al-jauzi,
” Dunia itu bayangan. Jika engkau berpaling dari bayangan, maka bayangan itu mengekorimu. Jika engkau memburu bayangan, maka bayangan menghindar darimu. Orang zuhud tidak menoleh kepada bayangan malah diikuti bayangan. Sedang orang (rakus tidak melihat bayangan setiapkali ia menoleh kepadanya.”
Sedang orang yang dunia menjadi obsesinya, ia hanya memikirkan dunia, bekerja kerananya, peduli kepadanya, tidak bahagia kecuali kerananya, tidak berteman dan memusuhi orang kerananya. Akibatnya, ia dihukum Allah dengan tiga hukuman;
1. Urusannya kacau
Allah SWT mengacaukan semua urusannya. Hatinya menjadi gundah tidak tenang, fikirannya kacau, jiwanya goncang dan kalut dalam pelbagai hal. Allah SWT mengacaukan hartanya, mengacaukan anak-anak dan pasangannya. Allah SWT membuat manusia antipati kepadanya. Tidak ada seorangpun yang mencintainya sebab Allah SWT menentukannya dibenci orang di bumi.
2. Selalu miskin
Hukuman ini membuatnya selalu tidak puas, padahal memiliki harta banyak. Ia senantiasa merasa miskin. Dan itu menjadikannya lari hingga terengah-engah di belakang harta.
3. Dunia lari darinya
Dunia selalu lari darinya. Ia memburu dunia namun dijauhi dan ia berlari dibelakangnya, persis seperti orang yang mengira fatamorgana itu air. Ketika ia tiba di fatamorgana, ia tidak mendapatkan apa-apa.
Inilah yang membuat Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata, “Obsesi dunia itu kegelapan di hati, sedang obsesi kepada akhirat itu cahaya di hati.”
Bagaimana karakteristik dari orang-orang yang terobsesi pada akhirat?
Kita dapat mengukur dengan membandingkannya pada diri kita.
Sebelumnya mengenai hal ini, ada tiga kelompok cara pandang manusia terhadap kehidupan:
1. Orang yang lebih sibuk dengan akhirat daripada dunia.
Mereka mebuat hidupnya didominasi oleh akhirat. Dunia hanya diletakkan digenggaman tangannya bukan di hatinya. Ini adalah kelompok orang yang beruntung.
2. Orang yang lebih sibuk dengan dunia daripada dengan akhirat
Mereka begitu cinta dunia hingga dunia menguasainya dan membuatnya lupa kepada akhirat dan mereka juga tidak tahu bahawa dunia itu jambatan menuju akhirat. Ini adalah kelompok orang yang celaka
3. Orang yang sibuk dengan keduanya sekaligus.
Mereka tidak ingin masuk pada kelompok pertama atau kedua, namun ingin mendapatkan sebahagian karakteristik kelompok pertama dan sebahagian kelompok kedua. Mereka ini adalah kelompok yang berada dalam situasi krisis.
Tentunya kita tidak ingin masuk ke dalam kelompok kedua dan ketiga, kerananya kita perlu mengetahui karakteristik kelompok pertama iaitu orang-orang yang berjaya.
Karakteristik dari kelompok pertama antara lain:
1. Sedih kerana akhirat
Sedih kerana akhirat membuatkan seseorang memiliki perasaan takut kepada Allah Ta’ala menghisab dirinya pada Hari Kiamat, lalu ia menghisab dirinya sebelum ia dihisab kelak di akhirat.
2. Selalu mengadakan Muhasabah (evaluasi diri)
Umar bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan, bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.”
3. Selalu beramal untuk akhirat
Amal soleh bukan hanya solat, puasa, membaca Al-qur’an dan dzikir, tapi amal soleh adalah apa saja yang dicintai Allah Ta’ala.
4. Tersentuh dan sensitif melihat pemandangan kematian
Seorang tabi’in Ibrahim An Nakhai berkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal dunia atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, kerana kami tahu ada sesuatu (ajal) datang pada orang tersebut, lalu membawanya ke syurga atau neraka”
Itulah pengingat bagi kita semua, bahawa sesungguhnya kehidupan ini adalah jalan untuk kembali kepada Allah, sekolah yang laporannya nanti akan diserahkan di akhirat. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita, selalu meluruskan niat kita hanya kepada Allah dan berdoa kepada-Nya memohon ketetapan iman di hati sampai pada hari penutup kita nanti.
“Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika” Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kukuhkan hatiku tetap berada di atas agamamu.
Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali kerana akhirat, tidak sedih kecuali kerana akhirat. Tidak redha kecuali kerana akhirat. Tidak marah kecuali kerana akhirat. Tidak bergerak, kecuali kerana akhirat. Dan tidak berusaha kecuali kerana akhirat.
Siapa saja yang beroleh seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Iaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tidak ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik berupa berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya.
Nikmat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Seluruh urusan hidupnya lancar
Allah SWT memberinya ketenteraman dan kedamaian, mengumpulkan semua ideanya, meminimakan sifat lupanya, mengharmonikan keluarganya, menambah jalinan kasih sayang antara dirinya dan pasangannya, merukunkan anak-anaknya, mendekatkan anak-anak padanya, menyatukan kaum kerabat, menjauhkan konflik dari mereka, mengumpulkan hartanya, ia tidak bimbang memikirkan perniagaannya yg tidak begitu baik, tidak bertindak seperti orang bodoh, membuat hati manusia terarah padanya, siapapun mencintainya dan melancarkan urusan-urusan yang lain.
2. Kaya hati
Nikmat yang paling agung adalah kaya hati, sebab Rasulullah SAW bersabda dalam hadith sahih, yang ertinya;
“ Kekayaan hakiki bukan bererti harta melimpah. Tapi, kekayaan ialah kekayaan hati” (HR. Muslim)
Imam Al Manawi berkata; maksudnya, kekayaan terpuji itu bukan banyak harta dan kebendaan. Ini kerana banyak sekali manusia dijadikan kaya oleh Allah, namun kekayaannya yang banyak itu tidak bermanfaat baginya dan ia bercita-cita menambah kekayaannya, tanpa peduli dari mana sumbernya.
Ia seperti orang miskin, kerana begitu kuat keinginannya. Orang seperti itu miskin selama-lamanya. Tapi, kekayaan terpuji dan ideal menurut orang-orang sempurna adalah kekayaan hati.
Di riwayat lain disebutkan kekayaan jiwa. Maksudnya, orang yang punya kekayaan jiwa merasa tidak bimbang akan rezekinya, menerimanya dengan lapang dada, dan redha dengannya, tanpa memburu dan memintanya dengan menekan.
Barangsiapa di jaga jiwanya dari kerakusan, maka jiwanya tenteram, agung, mendapatkan kebersihan, kemuliaan, dan pujian. Itu semua jauh lebih baik dari kekayaan yang diterima orang yang miskin hatinya. Kekayaan membuat orang yang miskin hati terperosok dalam hal-hal hina dan perbuatan-perbuatan murahan, kerana kecilnya obsesi yang ia miliki. Akibatnya, ia menjadi orang kerdil di mata orang, hina di jiwa mereka, dan menjadi orang paling hina.
Jika seseorang punya harta yang berlimpah, namun ia tidak qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya, maka ia hidup terengah-engah seperti binatang buas dan menjadikan hartanya sebagai tuhan baru. Sungguh, ia orang miskin sejati, kerana orang miskin ialah orang yang selalu tidak punya harta dan senantiasa merasa tidak cukup.
Dikisahkan, seseorang berkata kepada orang zuhud, Ibrahim bin Adham, lalu berkata,
“Saya ingin anda menerima jubah ini dariku.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau Anda kaya, saya mahu menerima hadiah ini. Jika anda miskin, saya tidak mahu menerimanya.” Orang itu berkata, ”saya orang kaya.”
Ibrahim bin Adham berkata, ”Anda punya jubah berapa?” Orang itu menjawab,”Dua ribu jubah.” Ibrahim bin Adham berkata,”Apakah Anda ingin punya empat ribu jubah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau begitu anda miskin (kerana masih memerlukan jubah lebih banyak lagi). Saya tidak mahu menerima hadiah jubah ini darimu.”
3. Dunia datang kepadanya
Saat ia lari dari dunia, justru dunia mengejarnya dalam keadaan tunduk. Seperti yang dikatakan Ibnu Al-jauzi,
” Dunia itu bayangan. Jika engkau berpaling dari bayangan, maka bayangan itu mengekorimu. Jika engkau memburu bayangan, maka bayangan menghindar darimu. Orang zuhud tidak menoleh kepada bayangan malah diikuti bayangan. Sedang orang (rakus tidak melihat bayangan setiapkali ia menoleh kepadanya.”
Sedang orang yang dunia menjadi obsesinya, ia hanya memikirkan dunia, bekerja kerananya, peduli kepadanya, tidak bahagia kecuali kerananya, tidak berteman dan memusuhi orang kerananya. Akibatnya, ia dihukum Allah dengan tiga hukuman;
1. Urusannya kacau
Allah SWT mengacaukan semua urusannya. Hatinya menjadi gundah tidak tenang, fikirannya kacau, jiwanya goncang dan kalut dalam pelbagai hal. Allah SWT mengacaukan hartanya, mengacaukan anak-anak dan pasangannya. Allah SWT membuat manusia antipati kepadanya. Tidak ada seorangpun yang mencintainya sebab Allah SWT menentukannya dibenci orang di bumi.
2. Selalu miskin
Hukuman ini membuatnya selalu tidak puas, padahal memiliki harta banyak. Ia senantiasa merasa miskin. Dan itu menjadikannya lari hingga terengah-engah di belakang harta.
3. Dunia lari darinya
Dunia selalu lari darinya. Ia memburu dunia namun dijauhi dan ia berlari dibelakangnya, persis seperti orang yang mengira fatamorgana itu air. Ketika ia tiba di fatamorgana, ia tidak mendapatkan apa-apa.
Inilah yang membuat Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata, “Obsesi dunia itu kegelapan di hati, sedang obsesi kepada akhirat itu cahaya di hati.”
Bagaimana karakteristik dari orang-orang yang terobsesi pada akhirat?
Kita dapat mengukur dengan membandingkannya pada diri kita.
Sebelumnya mengenai hal ini, ada tiga kelompok cara pandang manusia terhadap kehidupan:
1. Orang yang lebih sibuk dengan akhirat daripada dunia.
Mereka mebuat hidupnya didominasi oleh akhirat. Dunia hanya diletakkan digenggaman tangannya bukan di hatinya. Ini adalah kelompok orang yang beruntung.
2. Orang yang lebih sibuk dengan dunia daripada dengan akhirat
Mereka begitu cinta dunia hingga dunia menguasainya dan membuatnya lupa kepada akhirat dan mereka juga tidak tahu bahawa dunia itu jambatan menuju akhirat. Ini adalah kelompok orang yang celaka
3. Orang yang sibuk dengan keduanya sekaligus.
Mereka tidak ingin masuk pada kelompok pertama atau kedua, namun ingin mendapatkan sebahagian karakteristik kelompok pertama dan sebahagian kelompok kedua. Mereka ini adalah kelompok yang berada dalam situasi krisis.
Tentunya kita tidak ingin masuk ke dalam kelompok kedua dan ketiga, kerananya kita perlu mengetahui karakteristik kelompok pertama iaitu orang-orang yang berjaya.
Karakteristik dari kelompok pertama antara lain:
1. Sedih kerana akhirat
Sedih kerana akhirat membuatkan seseorang memiliki perasaan takut kepada Allah Ta’ala menghisab dirinya pada Hari Kiamat, lalu ia menghisab dirinya sebelum ia dihisab kelak di akhirat.
2. Selalu mengadakan Muhasabah (evaluasi diri)
Umar bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan, bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.”
3. Selalu beramal untuk akhirat
Amal soleh bukan hanya solat, puasa, membaca Al-qur’an dan dzikir, tapi amal soleh adalah apa saja yang dicintai Allah Ta’ala.
4. Tersentuh dan sensitif melihat pemandangan kematian
Seorang tabi’in Ibrahim An Nakhai berkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal dunia atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, kerana kami tahu ada sesuatu (ajal) datang pada orang tersebut, lalu membawanya ke syurga atau neraka”
Itulah pengingat bagi kita semua, bahawa sesungguhnya kehidupan ini adalah jalan untuk kembali kepada Allah, sekolah yang laporannya nanti akan diserahkan di akhirat. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita, selalu meluruskan niat kita hanya kepada Allah dan berdoa kepada-Nya memohon ketetapan iman di hati sampai pada hari penutup kita nanti.
“Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika” Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kukuhkan hatiku tetap berada di atas agamamu.
Thursday, April 29, 2010
kisah si daun
If u ever see a fresh leaf than an old one?
Sesungguhnya pada penciptaanNya itu terdapat tanda-tanda kebesaranNya bagi ORANG YANG MENGERTi..
Jika dilihat dan diperhatikan.Apakah yang ada dari hanya daun pokok.Tidak dipandang pun tidak menggugat sesiapa..malah yang menjadi perhatian dan rebutan adalah buahnya.Tapi,kali ini marilah kita sama-sama meneliti dan mentaksir apa yang tersirat di sebalik penciptaan kecil yang agung ini.
Daun pokok diciptakan dengan permulaan yang lembut,tidak keras dan mudah dikoyak oleh sesiapa sahaja.Daun pokok mangga misalnya,berwarna coklat keperangan pada pucuknya sama seperti daun pokok yang sudah tua.Begitulah juga diibaratkan pada penciptaan manusia.Diciptakan manusia pada permulaan dalam keadaan bersih,suci,lembut dan mudah dilentur.Usia kanak-kanak ibarat air yang lembut.Bagaimana acuan dan bekas untuk air itu,begitulah ia akan terbentuk.Besar atau kecilkah ia bergantung pada acuan tadi.
Kemudian,dilihat pula pada daun yang sudah matang.Berwarna hijau dan ditunjangi urat-urat yang menjadi tulang belakangnya.Tidak lagi ia mudah dikoyak pada urat yang kukuh itu.Manusia juga seperti itu,bila ia sudah melihat dunia luar yang lebih luas dan terbuka dari dunia imaginasi kanak-kanaknya,ia akan semakin matang dan melalui proses menguatkan jati diri.Usia ini juga,jika tidak dimanfaatkan akan mudah rosak oleh racun-racun serangga atau ulat kehidupan seterusnya jadilah ia daun yang berlubang atau berkedut.
Akhirnya,daun yang sebentar tadi gah menghijau,kan semakin keras tetapi ia akan berbalik kembali kepada sifat asalnya,mudah dikoyak atau dipatahkan dan berwarna coklat..manusia yang melepasi usia matang akan teguh dengan pendirian yang dibentuknya ketika usia matang.Terlalu susah untuk dia menerima sesuatu yang baru dengan jiwanya.Walaupun jiwa mereka tetap,tetapi mereka mempunyai hati yang mudah tersentuh kerana Allah menjadikan manusia kembali kpd sifat asalnya.
Oleh itu,sama-samalah menjadi orang yang paling teguh pada agama dan perjuangan yang benar tanpa ada rasa diri adalah yang terhebat agar kita tidak sia-sia.Jadilah juga daun hijau yang sentiasa mengambil pelajaran dari daun keras yang coklat tetapi tidak lupa untuk membimbing daun lembut yang coklat.
Sesungguhnya pada penciptaanNya itu terdapat tanda-tanda kebesaranNya bagi ORANG YANG MENGERTi..
Jika dilihat dan diperhatikan.Apakah yang ada dari hanya daun pokok.Tidak dipandang pun tidak menggugat sesiapa..malah yang menjadi perhatian dan rebutan adalah buahnya.Tapi,kali ini marilah kita sama-sama meneliti dan mentaksir apa yang tersirat di sebalik penciptaan kecil yang agung ini.
Daun pokok diciptakan dengan permulaan yang lembut,tidak keras dan mudah dikoyak oleh sesiapa sahaja.Daun pokok mangga misalnya,berwarna coklat keperangan pada pucuknya sama seperti daun pokok yang sudah tua.Begitulah juga diibaratkan pada penciptaan manusia.Diciptakan manusia pada permulaan dalam keadaan bersih,suci,lembut dan mudah dilentur.Usia kanak-kanak ibarat air yang lembut.Bagaimana acuan dan bekas untuk air itu,begitulah ia akan terbentuk.Besar atau kecilkah ia bergantung pada acuan tadi.
Kemudian,dilihat pula pada daun yang sudah matang.Berwarna hijau dan ditunjangi urat-urat yang menjadi tulang belakangnya.Tidak lagi ia mudah dikoyak pada urat yang kukuh itu.Manusia juga seperti itu,bila ia sudah melihat dunia luar yang lebih luas dan terbuka dari dunia imaginasi kanak-kanaknya,ia akan semakin matang dan melalui proses menguatkan jati diri.Usia ini juga,jika tidak dimanfaatkan akan mudah rosak oleh racun-racun serangga atau ulat kehidupan seterusnya jadilah ia daun yang berlubang atau berkedut.
Akhirnya,daun yang sebentar tadi gah menghijau,kan semakin keras tetapi ia akan berbalik kembali kepada sifat asalnya,mudah dikoyak atau dipatahkan dan berwarna coklat..manusia yang melepasi usia matang akan teguh dengan pendirian yang dibentuknya ketika usia matang.Terlalu susah untuk dia menerima sesuatu yang baru dengan jiwanya.Walaupun jiwa mereka tetap,tetapi mereka mempunyai hati yang mudah tersentuh kerana Allah menjadikan manusia kembali kpd sifat asalnya.
Oleh itu,sama-samalah menjadi orang yang paling teguh pada agama dan perjuangan yang benar tanpa ada rasa diri adalah yang terhebat agar kita tidak sia-sia.Jadilah juga daun hijau yang sentiasa mengambil pelajaran dari daun keras yang coklat tetapi tidak lupa untuk membimbing daun lembut yang coklat.
Tuesday, March 23, 2010
kembara itu
Kembara itu
Terkadang menyakitkan
Terkadang menghiburkan
Mencari makna kasih
Sebuah cinta hakiki
Wahai yang bernama pejuang
Usah kau futur dari pengembaraanmu
Mantapkan dalaman tangkis dugaan
Kerana kau tahu
Dia Maha Tahu apa yang kau cari
Kembara itu
Takkan selamanya susah
Kerana dunia ini roda kehidupan
Dia pasti menunjukkan
Kesenangan selepas kepahitan
Bangunlah wahai pejuang
Kembara kita baru bermula
Masih panjang beribu batu
Biar tergadai masa dan wang
Asal akhirat kita jadi orang berjaya..
Terkadang menyakitkan
Terkadang menghiburkan
Mencari makna kasih
Sebuah cinta hakiki
Wahai yang bernama pejuang
Usah kau futur dari pengembaraanmu
Mantapkan dalaman tangkis dugaan
Kerana kau tahu
Dia Maha Tahu apa yang kau cari
Kembara itu
Takkan selamanya susah
Kerana dunia ini roda kehidupan
Dia pasti menunjukkan
Kesenangan selepas kepahitan
Bangunlah wahai pejuang
Kembara kita baru bermula
Masih panjang beribu batu
Biar tergadai masa dan wang
Asal akhirat kita jadi orang berjaya..
Saturday, March 20, 2010
b.e.r.j.a.y.a
Bismillahirrahmanirrahim..
Bila berbicara tentang kejayaan,apa yang anda fikirkan?pastinya ia suatu yang menjadi idaman semua orang tidak kira dari peringkat mana dia datang..
Seorang pelajar pastinya inginkan kejayaan berterusan dalam pelajarannya..
Golongan mahasiswa inginkan mutu kajian,penyelidikan dan prestasi diri sentiasa berkadar terus dengan umur yang dilalui..
Pemimpin juga inginkan kaedah pemerintahan yang boleh dibanggakan..
Para ulama’ pula pastinya dengan perbahasan dan perbincangan hukum hakam seiring dengan zaman agar semua yang dilakukan dalam kehidupan sentiasa dibawah aturan agama..
Kerana semua kita diciptakan suka kepada kejayaan,kecemerlangan dan kebahagiaan hidup..dan kerana kita ditarbiah oleh agama agar sentiasa maju dan berdaya saing..juga kerana kita sebenarnya sedang menunaikan tanggungjawab dan amanah yang amat besar..
Kejayaan dan kegagalan adalah suatu yang silih berganti bagai roda kehidupan,pasti ada masa senang dan masa susah,pahit getir dan kemanisan.tidak akan ada yang sentiasa berjaya dalam hidupnya dan tidak ada orang yang sentiasa gagal dalam kembaranya di sini,di dunia yang sementara ini.semua manusia diciptakan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.sebenarnya,kejayaan yang sebenar jauh lebih baik dari kejayaan yang kita pamerkan.betul kan?kerana jika kita gagal,pasti kita akan berusaha sedaya upaya agar kegagalan itu tidak berulang.ya,kerana kita dikurniakan akal adalah untuk menilai apa yang baik dan apa yang buruk.
Analoginya sangat mudah sebagaimana diberikan oleh seorang kakak.semua kita ingin sampai pada suatu tujuan tetapi cabaran dan pagar rintangan itu berbeza-beza.ada yang tinggi,ada yang rendah.Ada juga yang harus menggunakan tangga atau something yang membantu untuk dia melepasi tangga itu..begitulah kita diibaratkan.walau sebagaimana berat pun cubaan hidup,janganlah berputus asa.sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang kafir.oleh itu,marilah kita sama-sama mengenali potensi diri masing-masing.semua kita adalah sama,yang membezakan kita adalah taqwa kita.Taqwalah yang menjaga kita untuk sentiasa kuat dan tabah.Taqwalah yang mengajar kita agar tidak lupa pada tujuan hidup,tanggungjawab dan amanah yang kita bawa.
Kenali potensi diri.Jadikan kejayaan-kejayaan masa lalu sebagai pemangkin semangat dan sumber kekuatan.muhasabah diri,tangga mana dan bahagian mana dari pagar cubaan itu yang kita tewas.bangkitlah dan kuatlah kita dengan kekuatan dari Allah agar kita bisa melepasi bahagian itu.sabarlah hati untuk sentiasa istiqamah dalam setiap langkah usaha kita.moga kejayaan milik kita semua.
Moga kita jadi cawan yang sangat cantik setelah melalui pelbagai proses menyakitkan diri.
Semoga kita jadi anggota masyarakat yang berguna .
Guru yang berperancangan.
Pengusaha yang berfikiran jauh.
Doktor yang berkaliber.
Pemimpin yang berstrategi.
Ulama’ yang berprofessional.
Hamba Allah yang mengharapkan hanya redhaNya.
Khalifah yang diredhai..sama ada khalifah untuk diri atau masyarakat atau negara.
A long journey must be start with first step!
Bila berbicara tentang kejayaan,apa yang anda fikirkan?pastinya ia suatu yang menjadi idaman semua orang tidak kira dari peringkat mana dia datang..
Seorang pelajar pastinya inginkan kejayaan berterusan dalam pelajarannya..
Golongan mahasiswa inginkan mutu kajian,penyelidikan dan prestasi diri sentiasa berkadar terus dengan umur yang dilalui..
Pemimpin juga inginkan kaedah pemerintahan yang boleh dibanggakan..
Para ulama’ pula pastinya dengan perbahasan dan perbincangan hukum hakam seiring dengan zaman agar semua yang dilakukan dalam kehidupan sentiasa dibawah aturan agama..
Kerana semua kita diciptakan suka kepada kejayaan,kecemerlangan dan kebahagiaan hidup..dan kerana kita ditarbiah oleh agama agar sentiasa maju dan berdaya saing..juga kerana kita sebenarnya sedang menunaikan tanggungjawab dan amanah yang amat besar..
Kejayaan dan kegagalan adalah suatu yang silih berganti bagai roda kehidupan,pasti ada masa senang dan masa susah,pahit getir dan kemanisan.tidak akan ada yang sentiasa berjaya dalam hidupnya dan tidak ada orang yang sentiasa gagal dalam kembaranya di sini,di dunia yang sementara ini.semua manusia diciptakan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.sebenarnya,kejayaan yang sebenar jauh lebih baik dari kejayaan yang kita pamerkan.betul kan?kerana jika kita gagal,pasti kita akan berusaha sedaya upaya agar kegagalan itu tidak berulang.ya,kerana kita dikurniakan akal adalah untuk menilai apa yang baik dan apa yang buruk.
Analoginya sangat mudah sebagaimana diberikan oleh seorang kakak.semua kita ingin sampai pada suatu tujuan tetapi cabaran dan pagar rintangan itu berbeza-beza.ada yang tinggi,ada yang rendah.Ada juga yang harus menggunakan tangga atau something yang membantu untuk dia melepasi tangga itu..begitulah kita diibaratkan.walau sebagaimana berat pun cubaan hidup,janganlah berputus asa.sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang kafir.oleh itu,marilah kita sama-sama mengenali potensi diri masing-masing.semua kita adalah sama,yang membezakan kita adalah taqwa kita.Taqwalah yang menjaga kita untuk sentiasa kuat dan tabah.Taqwalah yang mengajar kita agar tidak lupa pada tujuan hidup,tanggungjawab dan amanah yang kita bawa.
Kenali potensi diri.Jadikan kejayaan-kejayaan masa lalu sebagai pemangkin semangat dan sumber kekuatan.muhasabah diri,tangga mana dan bahagian mana dari pagar cubaan itu yang kita tewas.bangkitlah dan kuatlah kita dengan kekuatan dari Allah agar kita bisa melepasi bahagian itu.sabarlah hati untuk sentiasa istiqamah dalam setiap langkah usaha kita.moga kejayaan milik kita semua.
Moga kita jadi cawan yang sangat cantik setelah melalui pelbagai proses menyakitkan diri.
Semoga kita jadi anggota masyarakat yang berguna .
Guru yang berperancangan.
Pengusaha yang berfikiran jauh.
Doktor yang berkaliber.
Pemimpin yang berstrategi.
Ulama’ yang berprofessional.
Hamba Allah yang mengharapkan hanya redhaNya.
Khalifah yang diredhai..sama ada khalifah untuk diri atau masyarakat atau negara.
A long journey must be start with first step!
Subscribe to:
Posts (Atom)
